Sejarah Hadrah Al Mukhtar Blitar


Hadrah Al Mukhtar dibentuk dari kalangan pelajar umum bukan dari santri pondok pesantren. Awal mula terbentuknya hadrah ini dimulai saat acara halalbihalal disuatu desa, semula pada saat itu lagi gencarnya sholawat al habsy banyak kalangan dari pondok pesantren hingga lembaga sekolah berlomba lomba membuat grup hadrah. Bermula dari acara halalbihalal pada tanggal 31 Januari 2016 panitia acara tersebut kebingungan akan menampilkan apa untuk mengisi acara halalbihalal, dan salah seorang panitia ada yang mengusulkan untuk menampilkan grup hadrah milik SMPN 2 Gandusari, dan kebetulan dari panitia sendiri ada juga yang berbakat menyanyi. Bermula dari itu terbentuklah kolaborasi antara grup hadrah milik suatu lembaga sekolah dan panitia halalbihalal. Dikemudian hari tidak selamanya grup hadrah milik SMP itu bertahan, karena beberapa personel senior harus melanjutkan jenjang sekolah berikutnya. Inisiatif dari salah satu panitia halalbihala yakni Irfan fajar Alaudin, tidak ingin perkumpulan hadrah tersebut berakhir begitu saja. Setelah mendapat dukungan dari salah satu madrasah diniyah, akhirnya para personel dikumpulkan kembali untuk musyawarah dan mulailah awal terbentuknya Al Mukhtar yang nama sebelumnya Al Ikhsan.


Hari berganti tentunya menjalin perkumpulan tidak selalu mulus. Terjadi kesalahpahaman antar personel membuat Al Ikhsan terpecah belah. Dikemudian hari beberapa personel memutuskan untuk pecah dari Al Ikhsan. Kemudian Irfan kembali mengumpulkan personel dari Al Ikhsan yang keluar dan tambahan personel baru untuk memusyawarahkan membentuk perkumpulan/ organisasi basis hadrah al habsy. Dari hasil musyawarah tersebut lahirlah Hadrah Al Mukhtar dan sekaligus disusun kepengurusannya agar tidak terjadi konflik yang mengakibatkan perpecahan, dan ditetapkan milad Al Mukhtar setiap tanggal 31 Januari sesuai pertemuan perdana pada acara halalbihalal disuatu desa. Mayoritas personel Al Mukhtar dari pelajar dan mahasiswa yang kompak dan semangat untuk bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW.


Kritik dan saran : 
almukhtarblitar@gmail.com
Postingan dokumentasi via Instagram :
@almukhtar_blitar


Komentar